Membaca kisah Simon, saya merasa rapuh, gagal, dan tidak pantas. Lalu ingin menjauhkan diri dari Tuhan. Terkadang saya juga mengandalkan kekuatan duniawi saya. Namun hal itu justru tak mendapatkan apa-apa.
Sebagai seorang guru terkadang saya merasa tak banyak memiliki kelebihan. Saya bukan siapa-siapa. Saat sekolah memberikan aneka tugas kepada saya, saya ragu. Apakah saya mampu melaksanakannya. Saya mencoba menolak tugas-tugas tersebut. karena saya merasa rapuh dan tidak pantas. Tetapi sekolah tetap saja mempercayakan tugas itu kepada saya.
Kemudian saya berpasrah diri kepada Tuhan."Tuhan, saya tidak bisa apa-apa, tapi pakailah saya sebagai alat-Mu." doa saya. Hari ini saya diberi peneguhan oleh kisah Simon. Berkat daya penguatan Yesus, api gairah hidup Simon berkobar kembali. Keinginan awalnya untuk menjauhkan diri diubah menjadi kehendak kuat untuk menyerahkan diri kepada Yesus.
Kini saya yakin dan menyerahkan diri seutuhnya dan membiarkan Roh Kristus merasuki seluruh pribadi saya. Saya tidak perlu lagi pesimis terhadap kerapuhan dan kelemahan diri saya. Sebab saya yakinyang diam dan bekerja dalam diri saya adalah Roh Kristus sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar